Perjalanan para peserta dimulai dengan pencarian bakat ke sejumlah sekolah di wilayah Jabodetabek. Dalam proses seleksi awal, Ismed Sofyan dan Atep Rizal menguji kemampuan dasar para pemain, mulai dari passing, dribbling, hingga shooting.
Dari proses tersebut, sebanyak 70 anak terpilih untuk mengikuti seleksi lanjutan di Soccerfield, Bogor. Mereka kemudian menghadapi serangkaian ujian untuk mengukur kemampuan fisik, kelincahan, penguasaan bola, serta akurasi tendangan.
Sejumlah materi yang diujikan meliputi agility hurdles & cones, sprint, inside-outside dribble, dan precision shooting. Penilaian dilakukan oleh Ismed Sofyan dan Atep Rizal, dengan masukan tambahan dari Shin Tae-yong.
Hasil seleksi lanjutan menetapkan 40 pemain terbaik yang berhak mengikuti program pembinaan. Mereka dibagi menjadi empat tim, yakni Tim Macan, Tim Harimau, Tim Elang, dan Tim Rajawali. Setiap tim terdiri dari 10 pemain.
Ismed Sofyan mendapat tanggung jawab melatih Tim Elang dan Tim Rajawali, sedangkan Atep Rizal membina Tim Macan dan Tim Harimau. Para pemain selanjutnya menjalani pelatihan intensif yang mencakup pengembangan teknik dasar hingga pemahaman taktik permainan, termasuk sesi khusus bersama Shin Tae-yong.