Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan perubahan posisi Ridho bukan keputusan tanpa pertimbangan. Dia melihat kemampuan individu anak asuhnya cukup baik untuk menjalankan beberapa tugas dalam satu pertandingan.
"Terkait Ridho, yang saya nilai adalah karena dia adalah pemain serbabisa (multi-posisi) di lini pertahanan. Di mana pun dia bisa mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya dan memberikan yang terbaik di bagian yang bisa dia lakukan," kata Shin Tae-yong, dikutip situs resmi klub.
"Terkadang dia bisa menjadi stopper (bek tengah), terkadang bisa menjadi pemain bertahan. Karena saya sangat menghargai kemampuan individu yang tinggi, saya menggunakan dan mengandalkan cara ini agar selalu bisa disesuaikan dengan kebutuhan seluruh tim," sambungnya.
Keputusan Shin Tae-yong membuat Ridho harus memperluas pemahaman taktiknya. Dia tidak hanya mengandalkan pengalaman sebagai bek tengah, tetapi juga mempelajari karakter permainan gelandang di Eropa.
Ridho mengaku tidak keberatan menjalankan tugas baru tersebut. Baginya, keputusan pelatih harus dijalankan sebaik mungkin demi membantu Persija mencapai target tim.