Setelah dua laga tersebut, Indonesia sementara akan mengalihkan fokus ke putaran final Piala Asia 2023 di Qatar Januari mendatang. STY melihat, perjuangan Timnas Indonesia bakal lebih berat di turnamen ini karena satu grup dengan Jepang, Irak dan Vietnam.
“Di Piala Asia Qatar 2023, tidak mudah menghadapi Jepang, Irak, dan Vietnam. Indonesia menjadi tim dengan peringkat terbawah di antara finalis Piala Asia. Akan ada banyak bagian yang sulit, tapi tujuan kami adalah melaju ke babak 16 besar,” ujarnya.
“Kami percaya sekitar 70 hingga 80 persen kemungkinannya (lolos putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia). Saya kira kami punya peluang 50-50 untuk melaju ke babak 16 besar Piala Asia,” kata STY.
STY menilai, performa asuhannya jauh meningkat. Apalagi kini Timnas Indonesia diperkuat beberapa pemain naturalisasi.
“Para pemain timnas naturalisasi juga beradaptasi cukup baik dengan tim. Anda harus melihat dengan jelas bahwa Indonesia tidak lagi seperti dulu,” STY menjelaskan.
“Mungkin Indonesia bisa tampil sebagai kuda hitam di Piala Asia ini. Kekurangan dari pemain-pemain Indonesia yang ada adalah mereka agak tenggelam dalam rasa kekalahan dibandingkan masalah skill,” tuturnya.
“Banyak pemain timnas naturalisasi yang menghapus kekurangan tersebut. Jadi bisa dibilang Indonesia menjadi tim yang jauh lebih menakutkan dari sebelumnya.”