Teja Paku Alam dipercaya mengawal gawang Persib. Lini belakang diisi Kakang Rudianto, Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Alfeandra Dewangga yang bertugas meredam agresivitas lini serang Persija.
Di sektor tengah, Marc Klok dan Eliano Reijnders menjadi poros permainan. Thom Haye diplot sebagai motor serangan yang didukung Beckham Putra dan Berginho, sementara Uilliam Barros berdiri sebagai ujung tombak.
Persija Jakarta datang ke GBLA dengan pendekatan berbeda. Mauricio Souza menurunkan formasi 3-4-3 yang menitikberatkan pada kekuatan transisi dan kecepatan di sisi sayap.
Carlos Eduardo dipercaya menjaga gawang Persija. Trio Thales Matos, Jordi Amat, dan Rizky Ridho mengawal lini pertahanan sekaligus menjadi tembok utama menghadapi tekanan tuan rumah.
Lini tengah Persija diisi Bruno Tubarao, Hanif Syahbandi, Van Basty Sousa, dan Dony Tri Pamungkas. Keempat pemain ini memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan bertahan dan menyerang.
Di lini depan, Mauricio Souza menurunkan Allano Souza, Eksel Runtukahu, dan Maxwell Souza. Kombinasi ini diharapkan mampu mengeksploitasi celah pertahanan Persib lewat kecepatan dan pergerakan tanpa bola.