Memasuki babak kedua, tempo pertandingan menurun. Fiorentina kesulitan menembus pertahanan rapat Cremonese, sementara Audero tetap tampil fokus meski ancaman berkurang di fase awal paruh kedua.
Peluang berbahaya kembali datang pada menit ke-73. Robin Gosens mendapat ruang dan melepaskan tembakan dari jarak jauh, tetapi Audero berdiri di posisi ideal dan menangkap bola tanpa kesulitan, sebuah penyelamatan yang mencerminkan konsistensinya sepanjang laga.
Ketika waktu hampir habis, Audero terlihat berada di jalur menuju clean sheet. Cremonese bahkan nyaris mencuri gol lebih lewat Antonio Sanabria, namun peluang tersebut digagalkan David de Gea di sisi seberang lapangan.
Nasib berkata lain pada masa tambahan waktu. Setelah bertahan sepanjang pertandingan, pertahanan Cremonese akhirnya runtuh. Moise Kean, yang masuk sebagai pemain pengganti, memanfaatkan kemelut di kotak penalti dan mendorong bola masuk ke gawang, tanpa mampu dihentikan Audero.
Gol tersebut memicu kegembiraan besar di kubu Fiorentina dan mengakhiri perlawanan panjang sang kiper. Meski kebobolan, performa Audero tetap menjadi sorotan utama laga. Total, tujuh penyelamatan gemilang dilakukan kiper kelahiran Lombok itu.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kandang kedua beruntun Fiorentina di Serie A dan mengangkat La Viola dari dasar klasemen, kini terpaut tiga poin dari zona aman.
Bagi Cremonese, kekalahan ini memperpanjang laju tanpa kemenangan menjadi empat laga dan membuat mereka tertahan di posisi ke-12. Terlepas dari hasil akhir, Emil Audero meninggalkan Artemio Franchi dengan kepala tegak setelah menunjukkan performa kelas atas yang hampir menggagalkan kebangkitan Fiorentina.