"Saya biasa menggunakan nomor punggung 5, istri saya nomor punggungnya 1. Karena istri sedang hamil, 5 plus 1, jadilah saya memilih 6," kata Sandy.
Meski memiliki cerita istimewa, Sandy menegaskan nomor punggung bukan prioritas utama dalam kariernya. Menurut dia, setiap pemain harus berjuang demi nama besar klub yang dibela.
Dia menilai lambang klub di bagian depan jersey memiliki arti jauh lebih besar dibanding angka yang tertera di bagian belakang.
"Bagaimanapun juga kita berjuang untuk emblem di depan, bukan nomor di belakang. Saya senang akhirnya bisa bergabung Persib setelah tiga tahun lalu Coach Bojan (Hodak) menghubungi saya," ujarnya.
Pernyataan tersebut juga mengungkap penantian panjang Sandy sebelum akhirnya berseragam Persib. Dia mengaku komunikasi dengan pelatih Bojan Hodak sebenarnya sudah terjalin sejak sekitar tiga tahun lalu.