“Thierry Henry tidak akan pernah mendapat pekerjaan sebagai pembawa acara lagi. Pertanyaan itu memalukan untuk ditanyakan kepada Yamal. Benar-benar tidak menghormati,” tulis seorang penggemar.
Komentar lain bahkan menilai tindakan Henry sebagai bentuk penghinaan terbuka terhadap pemain muda yang sudah dua kali masuk posisi tiga besar Ballon d’Or.
“Bayangkan seorang pria dewasa mempermalukan pemain berusia 19 tahun di depan publik, padahal dia sudah finis di posisi kedua dan ketiga Ballon d’Or. Kesombongan, kepahitan, dan kurangnya sikap berkelas itu benar-benar menjijikkan. Yamal yang tetap tersenyum menghadapi omong kosong itu menunjukkan kedewasaan yang bahkan tidak bisa dibayangkan Henry,” tulis penggemar lainnya.
Kritik serupa disampaikan pengguna media sosial yang menilai candaan tersebut tidak diperlukan. Menurut dia, Yamal baru saja menerima penghargaan pemain muda dan kemungkinan masih kecewa karena gagal membawa pulang trofi utama.
“Candaan Thierry Henry kepada Lamine Yamal tidak diperlukan. Dia baru saja menerima penghargaan pemain muda lainnya dan jelas kecewa soal Ballon d’Or, jadi pertanyaan, ‘Apakah ini penghargaan yang kamu inginkan malam ini?’ terasa seperti mengungkit kekecewaannya. Lamine tetap menanganinya dengan sempurna dan langsung mengalihkan perhatian kepada Cubarsí,” tulis pengguna tersebut.