Di sektor penjaga gawang, Emil Audero dan Maarten Paes menjadi pilihan utama, didampingi Nadeo Argawinata. Persaingan di bawah mistar memberi opsi rotasi sekaligus menjaga kualitas pertahanan sejak menit awal.
Kejutan muncul di lini belakang dengan pemanggilan Mathew Baker yang berstatus pemain Timnas Indonesia U-19. Keputusan ini menunjukkan keberanian tim pelatih memberi panggung pemain muda di laga berintensitas tinggi.
Barisan tengah diisi Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Rayhan Hannan, dan Ivar Jenner. Kombinasi ini diharapkan mampu menjaga tempo permainan sekaligus meredam agresivitas khas Oman.
Di lini depan, Beckham Putra bersaing bersama Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Mauro Zijlstra, Marselino Ferdinan, dan Saddil Ramdani. Variasi opsi serangan ini menjadi kunci untuk membongkar pertahanan lawan dan mengejar kemenangan yang lama dinanti.
Secara statistik, Indonesia dan Oman sudah enam kali berhadapan. Indonesia meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Fakta paling mencolok, dua kemenangan tersebut terjadi pada 1987 dan 1988, sementara setelah itu Garuda belum pernah lagi menang.