Ambisi Aston Villa juga didukung status mereka sebagai peserta Liga Champions musim ini. Kehadiran Leao berpotensi memberikan tambahan kualitas bagi skuad Villa untuk menghadapi persaingan domestik sekaligus kompetisi Eropa.
Milan disebut memiliki alasan tak hanya finansial untuk mempertimbangkan penjualan Leao. Profil pemain asal Portugal itu sebagai winger kiri murni dinilai kurang ideal dengan sistem 3-4-2-1 yang diterapkan Ruben Amorim.
Dalam skema tersebut, dua pemain pendukung di belakang penyerang utama dituntut menjalankan fungsi sebagai trequartista. Peran tersebut berbeda dengan karakter Leao yang lebih nyaman beroperasi dari sisi sayap.
Selama tujuh musim bersama Milan, Leao sudah mencatatkan 80 gol dan 65 assist dari 291 penampilan. Dia juga membantu Rossoneri meraih gelar Scudetto dan Supercoppa Italiana.
Meski masa depannya sedang menjadi bahan pembicaraan, Leao belum diperlakukan seperti sejumlah pemain yang berada di luar skuad. Youssouf Fofana, Fikayo Tomori, dan Christopher Nkunku sebelumnya mengalami situasi berbeda.