JAKARTA, iNews.id - Timnas Indonesia langsung mengalihkan fokus ke agenda berikutnya usai menjalani FIFA Series 2026. Garuda punya agenda yang tak kalah penting.
Kekalahan 0-1 dari Bulgaria pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih John Herdman dalam membangun kekuatan tim.
Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, Herdman melihat perkembangan permainan skuad Garuda sudah mengarah positif. Dia menilai tim menunjukkan identitas bermain yang jelas saat menghadapi lawan dari Eropa.
"Menurut saya, bermain melawan tim Eropa yang memiliki tradisi, kami bermain bagus malam ini, dengan identitas yang kuat, menyerang, dan secara permanen kami terhubung," kata Herdman.
Evaluasi juga difokuskan pada efektivitas penyelesaian akhir. Timnas Indonesia sempat menciptakan peluang berbahaya, termasuk dua momen yang hanya membentur mistar gawang.
Peluang emas dari Ole Romeny dan Rizky Ridho menjadi catatan penting untuk pembenahan di lini serang. Herdman menilai timnya hanya kurang beruntung dalam laga tersebut.
"Kami mendapatkan dua peluang membentur mistar dan penalti yang sentuhannya tidak keras [soft penalty]. Kami sedikit kurang beruntung. Kami sudah bermain dengan benar malam ini, tetapi inilah hasilnya," ujar Herdman.
Selain itu, dia menyoroti kemampuan tim dalam mengontrol permainan hingga masuk ke area sepertiga akhir lapangan. Namun, penyelesaian peluang masih perlu ditingkatkan agar lebih efektif.
"Kami bisa bermain hingga sepertiga akhir lapangan. Kami bermain melawan Bulgaria, tim Eropa yang memiliki tradisi. Kami mengontrol permainan hingga sepertiga akhir lapangan," terangnya.