Keberadaan Exco PSSI Bidang Pembinaan Usia Muda, Arya Sinulingga, menambah bobot penting turnamen ini. Di hadapannya, Andre Rosiade menyuarakan kritik tajam terhadap ketergantungan Indonesia pada naturalisasi serta absennya kompetisi usia muda yang berjenjang dan berkelanjutan.
“Timnas U-15, U-16, U-17 kita bagus, tapi menuju senior selalu keteteran. Kenapa? Karena kita tidak punya kompetisi usia muda yang berjenjang. Kita tidak perlu lagi naturalisasi di tahun 2034," kata Andre Rosiade.
Lebih lanjut, dia menyindir keras kebiasaan federasi yang terlalu cepat mengambil opsi naturalisasi. "Jangan dikit-dikit naturalisasi. Itu malasnya PSSI,” tegas Andre yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Andre menilai pembinaan paling dasar sangat krusial, terutama untuk kelompok usia U-8 hingga U-11 yang belum tersentuh kompetisi resmi. Sementara kelompok U-12 hingga U-14 sudah memiliki wadah seperti Piala Suratin. Karena itu, dia menegaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai fondasi masa depan sepak bola Indonesia.
Tidak hanya berhenti pada kritik, Andre juga mendesak PSSI menyusun roadmap pembinaan usia muda secara komprehensif. Dia meminta agar roadmap tersebut mencakup kompetisi tingkat SMA, mahasiswa, hingga kelompok umur U-17 sampai U-20, dan harus diselesaikan dalam dua tahun sebelum masa jabatan Ketua Umum PSSI Erick Thohir berakhir.
Menanggapi itu, Arya Sinulingga menyambut positif turnamen Andre Rosiade Cup. Dia menilai kegiatan akar rumput seperti ini sangat penting sebagai ruang bermain anak-anak untuk pertumbuhan fisik dan mental, sekaligus mengalihkan mereka dari ketergantungan terhadap gawai.
“Ini bagian dari membangun grassroot. Anak-anak butuh bermain, bukan pegang handphone. Ini penting untuk fisik dan mental mereka,” ujar Arya.
Dia menambahkan bahwa pada level ini hal terpenting adalah anak-anak lebih sering menyentuh bola, bukan mengejar kemenangan. Arya juga mengingatkan peran orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak-anak selama berkompetisi.
Sementara itu, Andre Rosiade Cup sudah memastikan keberlanjutan penyelenggaraan. Panitia menargetkan edisi ke-4 digelar sebelum Ramadhan 2026, termasuk merencanakan ekspansi ke berbagai wilayah seperti Tangerang dan Padang, Sumatra Barat.
“Yang di Jabodetabek tetap berjalan. Di Sumatra Barat juga akan kita buat kompetisi dan festival kelompok umur di berbagai kota dan kabupaten,” pungkas Almeida Andes.