"Mereka adalah calon penerus sepak bola nasional yang bisa saja bermain di klub mana pun nantinya. Sudah seharusnya semua pihak ikut menjaga dengan memberi mereka rasa aman," ujarnya.
Tobias juga menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat. Dia berharap rekaman video dan foto yang beredar dapat membantu kepolisian mengidentifikasi pelaku serta mengungkap kejadian tersebut.
"Semoga dengan banyaknya bukti-bukti cuplikan video dan foto yang tersebar bisa membantu kepolisian mengambil langkah cepat untuk melakukan proses hukum kepada orang-orang yang terlibat agar tidak ada lagi ruang untuk kekerasan atas nama rivalitas," lanjutnya.
Berdasarkan laporan kepolisian yang menjadi rujukan kronologi, Pandu Persada selaku media officer Akademi Persib sedang dalam perjalanan kembali ke Bandung setelah menjalankan tugas peliputan kegiatan Elite Pro Academy (EPA). Dia berada di lokasi bersama Ridwan, anggota tim Akademi Persib.
Informasi awal menyebutkan keduanya berpapasan dengan rombongan oknum suporter tim rival yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta. Dalam rangkaian kejadian itu, bus rombongan EPA Persib dilaporkan diserang sekelompok orang yang diduga berasal dari rombongan suporter tersebut.