Meski dikenal sangat total membela Real Madrid, beberapa faktor membuat posisi Vinicius goyah. Selain ketegangan dengan Xabi Alonso, reaksi negatif suporter di Santiago Bernabeu turut meninggalkan luka emosional.
Siulan dari tribun disebut berdampak besar bagi mental sang pemain. Faktor tersebut menambah kompleksitas dalam menentukan masa depan.
Sebelumnya, klub-klub Arab Saudi dan Paris Saint-Germain sudah masuk radar peminat. Namun masuknya Chelsea membuka opsi berbeda, jalur Premier League yang bisa terasa lebih menggoda secara kompetitif.
Keputusan kini berada di tangan Vinicius. Bertahan dan memperbaiki hubungan, atau membuka lembaran baru di Inggris, menjadi dilema besar yang berpotensi mengubah peta kekuatan Eropa.