Selain pemukulan terhadap wasit, pertandingan tersebut juga diwarnai intimidasi terhadap wartawan yang meliput laga. Salah satu korban adalah jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Djailani.
Dia didatangi oleh pria yang diduga ofisial Malut United. Dalam kejadian tersebut, dia diintimidasi dan dipaksa menghapus rekaman video liputan pertandingan.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan kekecewaan atas insiden tersebut. Dia menilai kejadian seperti ini tidak pantas terjadi dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“PSSI sangat menyayangkan kejadian tersebut dan tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I-League, klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi. Baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media, dan lain-lain,” kata Yunus dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
“Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohon lah kawan-kawan klub, apalagi disana ada ofisial yang ditengarai. Kita berharap apapun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan yang fatal yang dilakukan. Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang,” sambungnya.
Yunus memastikan insiden tersebut akan menjadi bahan pembahasan Komite Disiplin PSSI. Artinya, Malut United berpotensi menerima sanksi atas tindakan oknum suporter dan dugaan keterlibatan ofisial tim.
“Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan. Dan PSSI menyerahkan semuanya kepada Komdis. Apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya,” terang Yunus.
Dia juga mengingatkan semua pihak untuk menjaga atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia. Menurutnya, manajemen klub harus bersikap tegas terhadap pelatih, ofisial, pemain, dan suporter agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
“Sekali lagi kami berharap hal-hal seperti ini jangan lagi terjadi, karena ini juga tidak baik bagi atmosfer sepak bola Indonesia, kompetisi I-League kita. Dan kita jaga bersama-sama, agar tindakan-tindakan seperti ini, manajemen harus tegas menyampaikan kepada pelatih, asisten, ofisial, pemain, apalagi kepada supporternya untuk selalu bijak menghadapi hal-hal atau situasi seperti ini,” pungkas Yunus.
Sebelumnya, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat juga sudah mengambil sikap atas intimidasi terhadap jurnalis RRI Ternate, Irwan Djailani. Organisasi tersebut menegaskan akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.