Hingga kini, CAF belum merilis pernyataan resmi terkait pencoretan tersebut. Federasi hanya memastikan wasit pengganti akan diumumkan menjelang kick-off untuk memastikan laga tetap berjalan sesuai jadwal.
Kontroversi wasit tidak berhenti di situ. Pertandingan perempat final lain antara Maroko melawan Kamerun juga mengalami pergantian pengadil. Wasit Mesir Amin Omar awalnya ditugaskan, namun kemudian dicopot dan digantikan wasit Mauritania, Dahane Beida.
Media Prancis L’Equipe melaporkan Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) mengajukan protes keras atas penunjukan Amin Omar. Keputusan ini berkaitan dengan konflik yang disebut sebagai “perebutan kekuasaan” antara FRMF dan Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun (Fecafoot), Samuel Eto’o.
Di laga perempat final lainnya, Mali akan berhadapan dengan Senegal. CAF menunjuk wasit asal Afrika Selatan, Tom Abongile, sebagai pengadil pertandingan tersebut.
Sementara itu, Mesir yang diperkuat Mohamed Salah dijadwalkan menghadapi juara bertahan Pantai Gading pada Minggu malam (11/1). Laga ini menjadi penutup babak perempat final AFCON 2025.
Dua laga semifinal akan digelar Rabu, 14 Januari, disusul perebutan tempat ketiga pada Sabtu, 17 Januari. Final Piala Afrika 2025 dijadwalkan berlangsung Minggu, 18 Januari.
Mesir masih tercatat sebagai negara tersukses di Piala Afrika dengan tujuh gelar juara. Kamerun menyusul dengan lima trofi, sementara Ghana mengoleksi empat gelar sepanjang sejarah turnamen.