Herdman menegaskan kunci pertandingan ada pada kemampuan Timnas Indonesia menghentikan alur bola di sisi lapangan. Dia tidak ingin pemain Bulgaria menemukan ritme permainan sejak awal laga.
“Jika mereka menemukan ritme, itu bisa sangat merepotkan. Jadi kami harus menghentikan alur permainan mereka di sisi lapangan,” ujarnya.
Strategi itu disiapkan untuk memutus suplai bola sekaligus menekan kreativitas pemain sayap Bulgaria. Pendekatan ini dinilai krusial mengingat pola serangan lawan sangat bergantung pada kecepatan dan kombinasi di area tersebut.
Timnas Indonesia datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi. Pada laga sebelumnya, Skuad Garuda menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
Di sisi lain, Bulgaria juga menunjukkan performa tajam setelah menghancurkan Kepulauan Solomon dengan skor 10-2. Hasil itu menegaskan lini serang mereka sedang dalam kondisi terbaik.
Pertemuan dua tim dengan produktivitas tinggi ini diprediksi berjalan sengit. Namun, keberhasilan Indonesia mengeksekusi strategi untuk meredam sayap Bulgaria diyakini akan menjadi faktor penentu hasil akhir.