Indonesia Bagian Tengah
Tarakan; 14 September, pukul 12.05 WITA
Tanjung Selor; 15 September, pukul 12.05 WITA
Pontianak; 23 September, pukul 11.35 WITA
Samarinda; 24 September, pukul 12.03 WITA
Balikpapan; 26 September, pukul 12.03 WITA
Palangkaraya; 28 September, pukul 11.14 WITA
Banjarmasin; 1 Oktober, pukul 12.11 WITA
Buleleng; 14 Oktober, pukul 12.05 WITA
Denpasar; 15 Oktober, pukul 12.04 WITA
Mataram; 15 Oktober, pukul 12.01 WITA
Sumbawa Besar; 15 Oktober, pukul 11.56 WITA
Labuan Bajo; 15 Oktober, pukul 11.46 WITA
Waingapu; 18 Oktober, pukul 11.46 WITA
Kupang; 19 Oktober, pukul 11.30 WITA
Rote Dao; 21 Oktober, pukul 11.31 WITA
Manado; 19 September, pukul 11.34 WITA
Majene; 2 Oktober, pukul 11.53 WITA
Kendari; 3 Oktober,pukul 11.38 WITA
Wakatobi; 6 Oktober, pukul 11.33 WITA
Makassar; 6 Oktober, pukul 11.50 WITA
Indonesia Bagian Timur
Sofifi; 21 September, pukul 12.22 WIT
Sorong; 25 September, pukul 12.06 WIT
Manokwari; 25 September, pukul 11.55 WIT
Biak; 26 September, pukul 11.46 WIT
Jayapura; 29 September, pukul 11.27 WIT
Ambon; 2 Oktober, pukul 12.16 WIT
Merauke; 14 Oktober, pukul 11.24 WIT
Andi menambahkan, cara paling sederhana bagi masyarakat bisa mengamati detik-detik hari tanpa bayangan adalah dengan menggunakan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yg bisa diberdirikan.
"Caranya letakan di permukaan yang rata dan kemudian amati sesuai dengan jam yang telah ditentukan," tandasnya.