Baru Dimatikan Beberapa Jam, Trump Kembali Buka Akses TikTok di AS

Muhamad Fadli Ramadan
TikTok kembali bisa diakses di Amerika Serikat (AS). (Foto: Unsplash)

Sebelumnya, berdasarkan aturan AS, TikTok diharuskan dijual Bytedance yang merupakan perusahaan dari China. Namun hingga batas waktu 19 Agustus 2024, Bytedance tidak mau menjualnya pada entitas non-China.

Akibatnya TikTok sesuai rencana dilarang AS. Selain itu Mahkamah Agung sempat menyatakan akan menghukum layanan internet pihak ketiga seperti Apple dan Google jika menyediakan layanan di platform setelah larangan berlaku.

Trump juga sempat menyatakan ingin AS memegang 50 persen kepemilikan Tiktok dalam usaha patungan. Tujuannya agar menjaga layanan berada dalam tangan yang aman dan membuat aplikasi berbagi video itu tetap beroperasi.

Namun, Bytedance tetap enggan menjual Tiktok kepada siapapun. Pada akhir pekan lalu, Tiktok sempat tidak bisa digunakan dan tidak tersedia bagi pengguna Apple dan Android.

"Aplikasi Tiktok dan Bytedance Ltd. tidak lagi tersedia di AS dan pengunjung AS mungkin memiliki akses terbatas pada berbagai fitur," tulis Apple dalam support update 

"Unduhan aplikasi ini ditunda karena persyaratan hukum AS saat ini," kata pemberitahuan di Google Play Store.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
16 jam lalu

Gawat! Israel Bersiap Serang Iran Lagi meski Tanpa Bantuan AS

21 jam lalu

Bos Saudi Aramco Peringatkan Cadangan Minyak Dunia Menipis: Butuh 2 Tahun untuk Pulih

1 hari lalu

AS Tarik Pesawat Pengebom dari Inggris, Pilot Tetap Siaga Serang Iran

1 hari lalu

AS Bakal Kirim Pasukan Tambahan ke Israel, Sinyal Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal