Marak Produsen Smartphone Bikin Chipset Sendiri, Analis Sebut 2 Manfaat Utama (Foto: Samsung)
Intan Rakhmayanti Dewi

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah produsen smartphone memilih memproduksi chipset sendiri belakangan ini. Ternyata, fenomena ini mempunyai sisi baik dan buruk bagi para produsen. 

Menurut Eric Tseng seorang analis utama di Isaiah Research, langkah pembuat smartphone untuk menggunakan prosesor mereka sendiri memiliki risiko. Chipset yang diproduksi, kata Tseng, bisa jadi tidak berkinerja seandal penawaran standar dari pemasok yang sudah lama berkecimpung di industri chipset. 

"Itulah mengapa kami tidak melihat banyak pemain berani menggunakan prosesor seluler mereka sendiri, dan mengapa kebanyakan dari mereka mulai mengembangkan chip pemrosesan sinyal gambar terlebih dahulu," ujarnya dikutip dari Nikkei Asia, Jumat (22/10/2021).

Namun di sisi lain, bagi sebagian besar pembuat smartphone, memiliki prosesor seluler mereka sendiri membawa dua manfaat. Analis dari Counterpoint Brady Wangm menyebutkan dua manfaat utama membuat chip sendiri adalah diferensiasi dan kontrol rantai pasokan yang lebih baik.

"Jika semua orang menggunakan chipset Qualcomm untuk ponsel andalan, maka sangat sulit untuk mengklaim bahwa Anda memiliki kinerja dan produk yang unik," tuturnya.

Sementara itu, sambung Wang, Anda harus bersaing untuk alokasi chip dan sumber daya dengan pesaing Anda selama masa kekurangan, dan tidak memiliki visibilitas langsung dari rantai pasokan chip.

Namun dia melihat beberapa upaya pembuatan chip internal telah membuahkan hasil, seperti misalnya Apple, Huawei dan Samsung. Kendati demikian, tetap ada hambatan dan perlu adanya upaya berkelanjutan dari tim produsen smartphone yang membuat chipset sendiri.

"Seperti halnya integrasi sistem yang rumit. Biaya juga meningkat seiring kemajuan teknologi pembuatan chip." ungkap Wang.


Editor : Dini Listiyani

BERITA TERKAIT