"Perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Ketika cerita itu dibagikan, dampaknya bisa meluas," ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Pegiat lingkungan Astri Puji Lestari menilai media sosial memang efektif memicu partisipasi, asalkan dibarengi contoh konkret yang mudah diterapkan. Dia melihat banyak anak muda ingin terlibat, tetapi membutuhkan ruang yang menghubungkan inspirasi dengan aksi.
"Awalnya terasa kecil, tetapi ketika dibagikan, banyak yang merasa dekat dan ikut mencoba. Banyak orang sebenarnya ingin bergerak, hanya butuh contoh yang relevan dan mudah dilakukan," kata dia.
Menurut data yang diterima iNews.id, selama dua tahun terakhir, kampanye Indonesia Asri mencatat lebih dari 3.300 peserta terlibat dalam berbagai program edukasi dan aksi lapangan. Dengan integrasi digital ini, berbagai kegiatan komunitas diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan terdokumentasi dan menjangkau publik yang lebih luas.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran pola partisipasi generasi muda. Platform online kini tak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga berpotensi menjadi katalis perubahan perilaku. Jika konsisten dimanfaatkan, satu unggahan bisa menjadi pintu masuk menuju aksi nyata demi masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan.