Pengguna membawa sebuah perangkat kecil dengan karakter digital di layar, tetapi karakter tersebut bukan sekadar animasi. Di baliknya terdapat personal AI yang dapat diajak berbicara dan diminta membantu mengerjakan berbagai hal.
Salah satu kemampuan yang membuat Muse berbeda dari asisten AI konvensional adalah kemampuannya bekerja secara berkelanjutan.
Misalnya, pengguna memberikan sebuah tugas kepada Muse. Jika pekerjaan tersebut membutuhkan waktu, pengguna tidak harus terus berada di depan layar.
Muse dapat melanjutkan pekerjaan dan kembali meminta persetujuan ketika menemukan tahapan yang membutuhkan keputusan pengguna.
Meta juga menyebut Muse dapat membantu menyusun rencana berdasarkan tujuan jangka panjang pengguna, kemudian mengoordinasikan waktu dan sumber daya untuk menjalankan rencana tersebut. Kemampuan ini membuat konsep Muse lebih dekat dengan AI agent dibandingkan chatbot biasa.