Menurut Yudha, teknologi tersebut membantu rumah sakit mempercepat layanan dan mengurangi risiko kesalahan administrasi maupun medis.
"Perangkat medis pintar memungkinkan rumah sakit bekerja lebih efektif karena data dapat dipantau secara terintegrasi," ujar Yudha.
Tak hanya itu, penggunaan teknologi digital juga dinilai membantu efisiensi operasional rumah sakit, termasuk dalam pengelolaan alat kesehatan dan pemantauan kebutuhan pasien.
Saat ini, transformasi teknologi kesehatan disebut menjadi kebutuhan penting bagi rumah sakit di Indonesia, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan medis yang cepat, aman, dan modern.
Dengan jumlah rumah sakit di Jawa Timur yang mencapai lebih dari 400 fasilitas kesehatan, penerapan teknologi kesehatan digital diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.