"Perubahan paling mendasar yang kami lihat pada klien-klien kami adalah pergeseran budaya kerja, dari reaktif menjadi proaktif. Sebelumnya, masalah baru diketahui setelah terjadi. Sekarang, banyak masalah dapat dicegah sebelum berdampak besar terhadap operasional," kata Mh. Arya dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Salah satu kemampuan yang berkembang pada sistem telematika adalah pemantauan perilaku pengemudi. Data kendaraan dapat menunjukkan bagaimana kendaraan digunakan selama perjalanan.
Kecepatan, pengereman mendadak, akselerasi hingga pola perjalanan dapat menjadi indikator untuk mengevaluasi cara pengemudi membawa kendaraan.
Informasi tersebut dapat dimanfaatkan perusahaan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan. Dengan adanya data, penilaian terhadap perilaku berkendara dapat dilakukan berdasarkan rekam aktivitas kendaraan, bukan hanya laporan setelah perjalanan.
Dari sisi keselamatan, data tersebut juga dapat membantu perusahaan mengidentifikasi pola berkendara yang perlu mendapat perhatian. Evaluasi kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.