Dia menilai ancaman terbesar justru muncul jika metode pembelajaran hanya berfokus pada hafalan dan mengikuti instruksi. Pola seperti ini dinilai berisiko membuat siswa kalah bersaing dengan mesin.
"Jika siswa kita hanya dilatih untuk mengikuti instruksi, menghafal, atau mengulang proses, maka mereka akan bersaing langsung dengan mesin dan program perangkat lunak yang dapat melakukan hal-hal tersebut jauh lebih cepat dan efisien," kata Jeffrey.
Menurut dia, pendekatan pembelajaran yang menekankan logika, kreativitas, dan pemecahan masalah menjadi kunci agar siswa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.
Dengan demikian, coding dinilai tetap relevan sebagai fondasi penting dalam dunia pendidikan modern. Pembelajaran ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara kerjanya secara mendalam.
Jeffrey juga menekankan pentingnya tanggung jawab institusi pendidikan dalam menjaga kepercayaan orang tua. Menurutnya, pendidikan bukan sekadar layanan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan serius.
“Ketika orang tua memercayakan anak-anak mereka kepada kami, mereka tidak sekadar membeli pendidikan, tetapi menitipkan kepercayaan kepada kami sebagai institusi,” ujarnya.