JAKARTA, iNews.id - Dugaan kebocoran data pribadi pada aplikasi Indonesia Health Alert Card (eHAC) ramai dibicarakan belakangan ini. Terkait, kabar itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) angkat bicara.
Kominfo menyatakan insiden dugaan kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC tidak mempengaruhi data yang terintegrasi dalam aplikasi PeduliLindungi.
"Dugaan insiden kebocoran data pribadi ini tidak mempengaruhi keamanan data pada aplikasi eHAC yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, di mana penyimpanan data telah dilakukan di Pusat Data Nasional (PDN)," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam keterangan pers.
Dalam keterangan tersebut, Dedy menyebut Kominfo telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk merespon kebocoran data pribadi tersebut.
Dalam pertemuan itu, Kemenkes mengatakan berdasarkan hasil penelusuran sementara, terdapat dugaan kebocoran data pada aplikasi eHAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak 2 Juli 2021.