"Sangat penting bagi kami untuk membicarakan tata kelola AI (AI governance). Dalam hal observabilitas, untuk saat ini, ini menjadi informasi dasar yang sangat penting karena kita tidak bisa mengatur hal-hal yang tidak bisa kami lihat," katanya.
Pandangan serupa disampaikan Regional Vice President Indonesia & GMS, Karina Gunawan. Dia menilai banyak perusahaan belum memiliki struktur data yang siap mendukung kebutuhan AI modern karena masih mengandalkan sistem lama.
"Kami perlu mempersiapkan datanya terlebih dahulu. Kami memerlukan layanan terpusat untuk mentransformasi data menjadi ramah AI, yang mungkin bukan ramah sistem, tetapi ramah AI," ujar Karina.
Menurutnya, pembaruan arsitektur sistem menjadi langkah penting agar operasional perusahaan lebih efisien dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. Dia mengakui banyak organisasi masih bergantung pada sistem warisan yang dibangun untuk kebutuhan masa lalu.
"Mengenai arsitektur, kami perlu mengakui kesalahan masa lalu. Kami menyadari dengan AI bahwa sistem lama tidak efisien, dan kami perlu memperbaikinya," katanya.