JAKARTA, iNews.id – Indonesia dan India sepakat memperkuat kerja sama strategis di sektor digital. Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dengan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Informasi Teknologi (MeitY) India S Krishnan di sela AI Impact Summit.
Pertemuan tersebut membahas langkah konkret membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaulat. Kedua negara menilai kolaborasi penting untuk menghadapi percepatan transformasi teknologi di kawasan Asia.
Nezar mengatakan kemitraan ini menjadi fondasi penting bagi masa depan digital kedua negara. Dia menekankan teknologi harus mendorong kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Kemitraan strategis ini akan menjadi fondasi kuat bagi kedua negara untuk bersama-sama membentuk masa depan digital Asia yang lebih cerah, di mana teknologi menjadi kekuatan pendorong kesetaraan dan pertumbuhan inklusif,” ujar Nezar dalam keterangan resminya.
Ada lima sektor utama yang disepakati untuk diperkuat kedua negara.
Pertama, kecerdasan artifisial (AI). Indonesia tertarik mengadopsi pendekatan India dalam demokratisasi AI agar teknologi bisa diakses startup dan masyarakat luas. Pengembangan AI berdaulat yang aman dan sesuai regulasi nasional juga menjadi fokus.
Kedua, infrastruktur publik digital. Indonesia menjajaki adaptasi model identitas digital Aadhaar untuk meningkatkan efisiensi layanan publik. Kerja sama GovTech dan pertukaran pengalaman platform seperti e-Sanjeevani dan BISAG-N turut dibahas.
Ketiga, desain chip dan rantai pasok semikonduktor. Indonesia dinilai memiliki potensi bahan baku mineral kritis, sementara India menawarkan dukungan desain chip melalui fasilitas yang telah mendukung ratusan institusi dan startup.