Kata Kominfo soal Aturan AI: Terburu-buru Belum Tentu Baik 

Tangguh Yudha
Kata Kominfo soal Aturan AI: Terburu-buru Belum Tentu Baik  (Foto: Tangguh)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak ingin terburu-buru mengatur artificial intelligence (AI). Jika terburu-buru bisa saja aturan malah memberikan dampak buruk. 

Menurut Sekretaris Ditjen Aptika Kominfo, Dr. I Nyoman Adhiarna mengatakan pengaturan AI terlalu cepat akan meminimalisir manfaat yang bisa didapatkan. Pengaturan yang terburu-buru juga berpotensi salah atur karena peraturan yang dibuat belum dikaji secara matang.

"Mengatur AI ini kalau terlalu cepat diatur belum tentu bagus karena manfaat dari AI belum tentu kita bisa nikmati. Dan kita sendiri belum tentu tahu bagaimana mengaturnya," kata Nyoman dalam paparannya bertajuk "Menuju Etika dan Regulasi AI di Indonesia.

Kendati demikian, Nyoman menyampaikan pembuatan aturan AI yang terlalu lambat juga dapat memberikan dampak yang tidak baik. Dia menilai terlambat membuat aturan AI akan membuat efek buruk yang dapat dihasilkan AI semakin luas.

"Karena itu kenapa Kominfo menyusun surat edaran mengenai etika penggunaan dan pemanfaatan AI. Surat edaran bisa menjadi panduan bagi pelaku usaha aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial pada PSE lingkup publik dan privat," katanya.

Sekadar informasi, Indonesia sudah mempinyai Surut Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial ditandatangani pada 19 Desember 2023. 

Di dalam surat edaran itu memuat tiga kebijakan yakni nilai etika, pelaksanaan nilai etika, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan dan pengembangan AI. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Nasional
11 jam lalu

Pegadaian Pilih Skema Kolaborasi untuk Pengembangan AI, Masih Bayar Lisensi Meta

Bisnis
21 jam lalu

Direktur Utama BRI Hery Gunardi Sebut Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah

Internasional
1 hari lalu

Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun

Nasional
4 hari lalu

BRIN Minta Maaf usai Salah Posting Gambar Garuda Pancasila, Diduga Buatan AI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal