Namun, penerapan teknologi bukan satu-satunya tantangan yang perlu diperhatikan UMKM menjelang 2027. Pelaku usaha juga menghadapi perubahan kebutuhan pelanggan yang menuntut operasional lebih fleksibel, termasuk dalam pengiriman barang.
Dalam survei yang sama, sebanyak 60,7 persen responden menyatakan semakin membutuhkan layanan pengiriman ke beberapa titik tujuan. Sementara itu, 43,3 persen membutuhkan layanan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel.
Tuntutan pelanggan terhadap kecepatan layanan turut memengaruhi kebutuhan tersebut. Sebanyak 36,3 persen responden menyebut ekspektasi terhadap kecepatan layanan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi operasional bisnis. Selain itu, 34,3 persen responden mengaitkan perubahan kebutuhan pengiriman dengan meningkatnya jumlah pesanan pelanggan.
Dari sisi jenis barang, makanan dan minuman menjadi kategori yang paling banyak dikirim, yakni 42,4 persen. Berikutnya, dokumen dan berkas kantor mencapai 25,9 persen, sedangkan pakaian dan produk fesyen sebesar 23,2 persen.
Keragaman jenis barang dan tujuan pengiriman membuat pelaku UMKM perlu menyesuaikan kebutuhan logistik dengan karakteristik produk serta ekspektasi pelanggan. Di tengah perkembangan teknologi, kemampuan mengelola operasional secara efisien menjadi salah satu aspek yang turut menentukan kelancaran bisnis.