Destination marketing, kata dia, kini tidak lagi sekadar mempromosikan keindahan alam atau tempat viral, tetapi harus mampu memahami preferensi wisatawan yang semakin terfragmentasi.
Di sisi lain, kompetisi antarnegara destinasi wisata di kawasan Asia Pacific juga diperkirakan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang. Pacific Asia Travel Association (PATA) memproyeksikan kunjungan wisatawan internasional di kawasan Asia Pacific mencapai 761,2 juta pada 2028.
Menariknya, sekitar 68,3 persen perjalanan wisata di kawasan pada 2025 diperkirakan berasal dari intra-regional travel atau perjalanan antarnegara di Asia Pacific. Artinya, negara-negara di kawasan akan saling berebut pasar wisatawan regional yang jumlahnya terus meningkat.
Indonesia sendiri dinilai memiliki modal besar menghadapi tren tersebut. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta, ditambah 1,20 miliar perjalanan wisatawan nusantara.
Namun Ardiyansyah menilai tantangan Indonesia ke depan tidak lagi hanya soal mendatangkan turis sebanyak-banyaknya.