GYEONGJU, iNews.id - Cara wisatawan menentukan destinasi liburan mulai berubah drastis. Jika sebelumnya pilihan perjalanan banyak dipengaruhi iklan atau tren media sosial, kini teknologi artificial intelligence (AI) mulai memainkan peran besar dalam menentukan ke mana seseorang akan bepergian.
Fenomena tersebut menjadi salah satu sorotan dalam PATA Annual Summit 2026 yang berlangsung di Gyeongju dan Pohang, Korea Selatan, belum lama ini. Dalam salah satu sesi yang dibawakan perusahaan travel marketing technology Sojern, terungkap bahwa perkembangan AI kini mengubah perilaku wisatawan global, mulai dari mencari inspirasi perjalanan, membandingkan destinasi, hingga melakukan pemesanan perjalanan secara digital.
Delegasi PATA Indonesia Chapter, Ardiyansyah Djafar, mengatakan perubahan tersebut menjadi sinyal penting bagi industri pariwisata, termasuk Indonesia.
"Insight terbesar dari PATA Annual Summit 2026 adalah bahwa masa depan pariwisata Asia Pacific tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling banyak mendatangkan wisatawan, tetapi siapa yang paling mampu membaca perubahan perilaku wisatawan," ujar Ardiyansyah dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).
Menurut dia, wisatawan saat ini semakin menginginkan pengalaman yang lebih personal, autentik, dan mudah diakses secara digital. Kondisi tersebut membuat strategi promosi destinasi wisata juga ikut berubah.