Contoh lain adalah China. Walaupun kebebasan berekspresi adalah hal yang tabu di Negara Komunis tersebut, namun pemerintah China justru membuat aplikasi digital bernama 'Toutiao' yang menjadi wadah khusus bagi orang-orang di Negeri Tirai Bambu tersebut dalam mengakses berita.
Toutiao lantas menjadi sebuah bisnis media digital yang menghasilkan dengan 240juta pengguna yang mengakses aplikasi tersebut setiap bulannya yang mana rata-rata setiap user menghabiskan waktu selama 76 menit untuk berselancar di aplikasi tersebut.
Ungkap Rumus Pentahelix
Sebagai praktisi kawakan yang juga sekaligus akademisi dari dunia penyiaran khususnya media digital, Prabu Revolusi lantas mengemukakan masalah yang dihadapi oleh lembaga penyiaran saat ini yakni adanya Disrupsi Media.
"Disrupsi media adalah perubahan radikal pada bagaimana khalayak mengakses informasi yang diakibatkan adanya inovasi teknologi, kehendak politik, situasi ekonomi dan perubahan pola perilaku masyarakat", ucapnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut sekaligus sebagai upaya untuk mencapai optimalisasi fungsi penyiaran media digital, suami artis Zee Zee Shahab tersebut mengungkapkan rumus 'Pentahelix'.
Pentahelix yang dimaksud adalah pentingnya sinergi dan kolaborasi antara lima pihak yang saling berkaitan untuk mencapai cita-cita tersebut.
Selain peran penting Negara, dalam hal ini adalah pemerintah seperti yang telah dipaparkan di atas, pihak-pihak lain seperti Masyarakat, Media itu sendiri, Pelaku Usaha, hingga Akademisi harus saling bersinergi untuk menciptakan iklim penyiaran yang sehat.