JAKARTA, iNews.id- Pandemi Covid-19 menyebabkan siswa-siswa tidak dapat bersekolah secara fisik. Oleh karena itu, sistem pendidikan di seluruh dunia berubah secara sigfinikan.
Para pengajar dipaksa menguasai berbagai platform baru, seperti Zoom, tanpa kehilangan kualitas pendidikan walaupun mengajar dari jarak jauh. Digitalisasi pendidikan kemungkinan masih akan terus berlanjut, dan ini bisa menjadi hal yang baik sekaligus buruk. Di satu sisi, terdapat berbagai kemungkinan dan platform baru, termasuk yang pada awalnya tidak ditujukan untuk pendidikan.
Contohnya seperti akun TikTok yang banyak dibuat untuk topik tersebut. Awalnya, para pengajar tidak menggunakan platform ini, dan lebih memilih YouTube, tetapi pada tahun 2020 TikTok telah menjadi platform populer untuk memproduksi konten pendidikan.
Di sisi lain, banyak dari alat pendidikan digital baru ini tidak hanya meningkatkan pengalaman baru dalam pendidikan, tetapi juga memperkenalkan ancaman baru. Berikut menurut perusahaan keamanan siber Kaspersky beberapa potensi risiko terbesar yang dapat terjadi di sektor pendidikan di tahun mendatang:
1. Pengembangan Sistem Manajemen Pembelajaran (Learning Management System) Pendidikan.
LMS memungkinkan pengajar untuk melacak proses pembelajaran siswa, menunjukkan perkembangan mereka dan aspek yang membutuhkan perhatian dari pengajar.
Meskipun sudah ada beberapa sistem terkenal seperti Google Classroom, Frog, pasar untuk sistem LMS baru terlihat masih akan terus berkembang. Seiring dengan bertambahnya jumlah dan popularitas LMS, jumlah situs phishing yang terkait dengan layanan pendidikan dan konferensi video juga akan bertambah. Tujuan utama mereka adalah mencuri data pribadi atau menyebarkan spam di komunitas pendidikan.
2. Lebih banyak menggunakan layanan video
Layanan seperti Youtube, Netflix, SchoolTube, KhanAcademy, dan lainnya, akan ada lebih banyak kreasi konten video pendidikan sebagai produk jadi dan digunakan sebagian oleh guru di kelas. Faktanya, sekitar 60% guru sudah menggunakan YouTube di kelas.
Meskipun video dapat menjadi alat pendidikan yang ampuh, ada juga banyak konten yang tidak sesuai usia yang dapat ditemukan di layanan video populer, dan pembuat konten tersebut dapat menggunakan topik pendidikan sebagai kedok. Ini bukan ancaman baru, tetapi dengan pertumbuhan digitalisasi, relevansinya dapat semakin berkembang.