Sebagai contoh, penggunaan aplikasi khusus yang dapat menghilangkan gangguan suara saat wartawan merekam audio untuk menyampaikan berita.
"Suara yang terekam jauh lebih bersih dibanding menggunakan clip on. Ini hal yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Masalah teknis yang tidak terpecehkan kini justru bisa terjawab," katanya.
Dari situlah Prabu melihat perlu upaya penyesuaian cara kerja jurnalistik lama dalam menerima keceradasan buatan. Dia melihat kecerdasan buatan dapat ditempatkan dalam salah satu rantai produksi pembuatan berita.
"Tinggal bagaimana kita memosisikan AI. Apakah sebagai makhluk yang akan bersaing dengan media mainstream atau media mainstream yang beradaptasi," tuturnya.
Lebih lanjut, Prabu menjelaskan keberhasilan iNews Media Group menghadirkan presenter virtual menjadi catatan khsusu di dunia jurnalistik. Dia yakin presenter virtual itu adalah yang pertama tampil di layar televisi Indonesia.