Tony menjelaskan teknologi pintar AI di dalam aplikasi akan dikembangkan secara berkelanjutan sehingga bisa memberikan penawaran lebih komprehensif dan bisa menjawab pertanyaan dengan lebih rinci.
Dia menyebutkan dengan semakin banyaknya data yang terkumpul dan teknologi AI yang semakin maju, teknologi ini diharapkan bisa mahir dalam menjawab berbagai pertanyaan lebih spesifik mengenai kopi, gelato, restoran juga berbagai aspek lainnya di industri F&B.
“Keberlanjutan perkembangan teknologi ini dilakukan agar pengguna bisa mendapatkan informasi paling baru dan paling utama dengan berbagai pilihan layanan kategori produk yang semakin luas,” ujar Tony.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menilai Toffin App merupakan adopsi industri 4.0 yang di bisnis F&B. Menurutnya, aplikasi ini membuat pelanggan semakin nyaman & mudah dalam berbisnis. Fitur AI di dalam aplikasi, akan membantu pemilik bisnis menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi.
“Aplikasi ini diharapkan bisa meningkatkan industri F&B Indonesia ke depan mengingat industri ini cukup dinamis dan transformasi digital perlu dilakukan. Apalagi layanan di dalamnya cocok dengan milenial dan gen X yang jumlahnya cukup besar dan menjadi digital native,” kata Heru.