TikTok Bakal Bangun Pusat Data di Irlandia

Sindonews
Aplikasi TikTok Android (Foto: TikTok)

Pada 3 Agustus, ByteDance merilis pernyataan terbarunya yang mengatakan TikTok berkomitmen untuk menjadi perusahaan global. Namun, karena situasi saat ini, ByteTok sedang mempertimbangkan untuk mendirikan kembali markas TikToknya. Kantor pusat ini tidak akan lagi berada di AS untuk melayani pengguna global dengan lebih baik.

TikTok Harus Dijual ke Perusahaan Amerika
Microsoft secara resmi telah mengonfirmasi sedang dalam tahap diskusi dengan ByteDance mengenai pembelian TikTok. Diskusi tersebut mencakup operasi TikTok di AS, dan juga dapat mencakup Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Microsft memiliki waktu hingga 15 September untuk menegosiasikan kesepakatan dengan TikTok. Setelah tanggal ini, akan ada larangan TikTok di AS. Raksasa teknologi Amerika tersebut masih dalam diskusi untuk menjajaki akuisisi TikTok di AS. Faktanya, CEO Microsoft dan Presiden Trump sudah membahas masalah ini.

ByteDance sebelumnya berusaha untuk mempertahankan saham minoritas dalam operasi TikTok di AS, tetapi Gedung Putih menolak. Menurut Reuters, di bawah transaksi baru yang diusulkan, beberapa investor ByteDance yang berbasis di AS mungkin memiliki kesempatan untuk mendapatkan saham minoritas dalam bisnis tersebut.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
17 jam lalu

Rusia Kembali Bombardir Kiev, Pusat Data hingga Kantor Operator Seluler Terbesar Ukraina Jadi Sasaran 

12 hari lalu

Bos ByteDance Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia, Ungguli Gautam Adani

20 hari lalu

Bareskrim Polri Bongkar Live Streaming Pornografi di Medsos, 6 Pelaku Ditangkap

2 bulan lalu

Geger! Daus Mini Laporkan Akun Palsu ke Polda Metro Jaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal