JAKARTA, iNews.id - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perubahan besar dalam teknologi penyimpanan data. Seiring komputasi AI yang semakin bergeser dari cloud ke edge, perangkat seperti AI PC, kendaraan cerdas, hingga sistem robotika kini menghadapi tantangan penyimpanan yang semakin kompleks.
Metode penyimpanan konvensional dinilai tidak lagi mampu mengimbangi perkembangan endpoint berbasis AI. Kondisi tersebut membuat bandwidth dan responsivitas penyimpanan menjadi salah satu hambatan utama dalam mendukung performa perangkat AI generasi terbaru.
Berdasarkan proyeksi Gartner, pengiriman AI PC diperkirakan mencapai 143 juta unit pada 2026 atau mewakili lebih dari setengah pasar PC global. Menjawab tren tersebut, Lexar mengembangkan AI Storage Core, fondasi penyimpanan baru yang dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Performa, Keandalan, dan Fleksibilitas. Teknologi ini menjadi langkah awal Lexar memasuki era penyimpanan AI tingkat konsumen.
Pada aspek performa, Lexar AI Storage Core memiliki kecepatan baca dan tulis berurutan yang tinggi untuk mendukung pemrosesan data AI dalam skala besar. Perusahaan juga mengembangkan optimalisasi I/O blok kecil (512B) serta kolaborasi dengan sistem host melalui lapisan SLC Boost dan Read Cache guna mempercepat pemuatan Large Language Model (LLM), pembuatan gambar generatif, dan berbagai tugas AI real-time lainnya.
Dari sisi keandalan, perangkat ini dibangun menggunakan teknologi paket terintegrasi Longsys yang memberikan perlindungan terhadap debu, air, guncangan, hingga radiasi. Beberapa model mendatang bahkan dirancang mampu beroperasi pada suhu ekstrem antara -40°C hingga 85°C, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan kendaraan otonom, robotika luar ruangan, dan aplikasi kritis lainnya.