"Setelah video dihapus, kami berbagi hash dengan konsorsium industri untuk membantu mencegah penyebaran konten ini. Kami menanggapi hal ini dengan sangat serius dan berkomitmen bekerja dengan rekan-rekan industri, penegak hukum, dan pihak terkait untuk melindungi komunitas kami," kata Twitch.
Dikutip dari New York Times, Kamis (10/10/2019), menurut laporan dari StreamElements, lebih banyak orang memilih menonton live streaming di Twitch dibanding platform digital lainnya, termasuk YouTube dan Facebook. Namun, platform tersebut tengah berjuang akibat konten yang tidak baik.
Tahun lalu, Twitch live stream dari gaming tournament di Jacksonville, Florida menangkap bagian dari penembakan di mana tiga orang, termasuk pria bersenjata itu, tewas. Pada Juni, Twitch menggugat pengguna yang telah mengunggah cuplikan serangan pada Maret lalu di masjid Christchurch, Selandia Baru.