6 Penemuan yang Mengubah Dunia, Hadir Mempermudah Kehidupan Manusia

Nurul Amanah
Penemuan yang Mengubah Dunia (Foto: NASA/Unsplash)

4. Bola Lampu

Penemuan bola lampu mengubah dunia kita dengan menghilangkan ketergantungan kita pada cahaya alami, memungkinkan kita menjadi produktif kapan saja, siang atau malam. Beberapa penemu berperan penting dalam mengembangkan teknologi revolusioner ini sepanjang tahun 1800-an; Thomas Edison dikreditkan sebagai penemu utama karena ia menciptakan sistem pencahayaan yang berfungsi penuh, termasuk generator dan kabel serta bola lampu filamen karbon seperti di atas, pada tahun 1879.


5. Internet

Internet adalah sistem global jaringan komputer yang saling terhubung yang digunakan miliaran orang di seluruh dunia. Pada 1960-an, tim ilmuwan komputer yang bekerja untuk ARPA (Advanced Research Projects Agency) Departemen Pertahanan AS membangun jaringan komunikasi untuk menghubungkan komputer di agensi tersebut, yang disebut ARPANET, pendahulu internet. 

Pada 1989, internet berkembang lebih lanjut berkat penemuan World Wide Web oleh ilmuwan komputer Tim Berners-Lee saat bekerja di CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir).  Perkembangan WWW membuka dunia internet untuk semua orang dan menghubungkan dunia dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.


6. Penisilin

Ini salah satu penemuan paling terkenal dalam sejarah. Pada 1928, ilmuwan Skotlandia Alexander Fleming memperhatikan cawan Petri berisi bakteri di laboratoriumnya dengan tutupnya terbuka secara tidak sengaja. Sampel telah terkontaminasi jamur, dan di mana pun jamur itu berada, bakterinya mati. 

Jamur antibiotik itu ternyata adalah jamur Penicillium, dan selama dua dekade berikutnya, ahli kimia memurnikannya dan mengembangkan obat penisilin, yang melawan sejumlah besar infeksi bakteri pada manusia tanpa membahayakan manusia itu sendiri.

Penisilin diproduksi secara massal dan diiklankan pada tahun 1944. Poster ini dilampirkan pada kotak surat tepi jalan yang menyarankan prajurit Perang Dunia II untuk menggunakan obat tersebut untuk menghilangkan penyakit kelamin.

Sekitar 1 dari 10 orang memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2003 dalam jurnal Clinical Review in Allergy and Immunology; meski begitu, sebagian besar dari orang-orang itu tetap dapat mentolerir obat tersebut, kata para peneliti.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Mobil
11 hari lalu

Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?

Gadget
1 bulan lalu

Tren Gaming Melesat, Platform Top Up Berbasis Sistem Real-Time Kian Dibutuhkan

Sains
1 bulan lalu

Canggih! Tempat Sampah Ini Berbasis AI, Namanya Srikandi

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Target 15.000 Insinyur RI Kuasai Teknologi Chip

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal