AI Berhasil Mendeteksi Supernova untuk Pertama Kali, Percepat Proses Analisis

Dini Listiyani
AI Berhasil Mendeteksi Supernova untuk Pertama Kali (Foto: NASA)

Banyak supernova terjadi ketika bintang-bintang yang sekarat kehabisan bahan bakar untuk fusi nuklir. Karena tidak mampu menopang diri mereka sendiri melawan dorongan gravitasi ke dalam, inti bintang-bintang ini runtuh sementara lapisan luarnya meledak sebagai supernova.

Dalam kasus supernova Tipe Ia, ledakan dipicu ketika sisa bintang yang disebut katai putih berada dalam sistem biner dan melepaskan materi dari bintang pendampingnya. Masuknya material ini menyebabkan katai putih menyala kembali dan meledak, sehingga menghancurkannya seluruhnya.

Ledakan supernova ini bisa sangat terang sehingga melebihi cahaya gabungan setiap bintang di galaksi di sekitarnya. Namun, berkat luasnya luar angkasa, bahkan semburan cahaya yang luar biasa ini tidak berarti supernova mudah dikenali. 

Saat ini, teleskop robotik memindai langit malam, menangkap gambar berulang-ulang dari ruang yang sama, berharap menemukan objek yang berubah atau sementara yang tidak ada dalam gambar sebelumnya.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

220.000 Orang Belum Bekerja dan 50.000 Kena PHK di Indonesia akibat AI

57 tahun lalu

2.043 Talenta AI Baru Berhasil Dicetak, Lampaui Target BDT 2026

57 tahun lalu

Dokter di Daerah Terpencil Terbatas, DPR Usul Manfaatkan AI

57 tahun lalu

DPR Usul AI Gantikan Dokter di Daerah Terpencil, Menkes Jawab Begini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal