Selain itu, sebagai bagian dari famili Anyphaenidae, laba-laba ini juga memiliki ciri umum seperti dua cakar pada ujung kaki serta struktur rambut halus khusus yang membantu pergerakan. Karakteristik tersebut membuatnya berbeda dari banyak jenis laba-laba lain yang lebih umum dikenal masyarakat.
Penelitian terhadap spesies ini dilakukan secara mendalam menggunakan metode ilmiah modern. Spesimen diawetkan dalam larutan alkohol, kemudian diamati menggunakan mikroskop untuk melihat detail morfologi. Bahkan, bagian tubuh tertentu diproses lebih lanjut agar struktur internalnya dapat terlihat dengan jelas.
Keberadaan Rathalos inagami menjadi bukti bahwa Indonesia, khususnya Pulau Jawa, masih menyimpan banyak spesies tersembunyi yang belum teridentifikasi. Para ilmuwan meyakini, penemuan ini baru awal dari pengungkapan biodiversitas yang lebih luas di kawasan tropis.
Sebagai informasi, spesimen laba-laba ini kini telah disimpan di lembaga ilmiah di Indonesia untuk keperluan penelitian lanjutan. Penemuan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi studi lebih dalam mengenai evolusi dan persebaran laba-laba di Asia Tenggara.