Astronom Deteksi Kilatan Cahaya Aneh Selama Supernova untuk Kedua Kalinya

Dini Listiyani
Astronom deteksi kilatan cahaya (Foto: NASA)

Saat pengamatan yang sedang berlangsung dalam tahun depan atau lebih diharapkan untuk mempersempit mekanisme yang tepat yang bertanggung jawab untuk flash SN2019yvq, saat ini masih ada empat kemungkinan penyebab yang bisa memicu peristiwa ini.

Secara potensial, para peneliti berpikir, katai putih bisa menjadi tidak stabil setelah mengonsumsi bahan bintang dari bintang pendamping dalam sistem biner, dengan benturan bahan antara keduanya yang memicu sinar UV.

Selain itu, lampu kilat bisa jadi hasil dari peningkatan dramatis dalam panas karena pencampuran antara inti bagian dalam kerdil putih dan lapisan luar, atau dari helium yang memicu karbon di bintang.

Terakhir, ada kemungkinan dua kerdil putih bergabung, dengan flash UV SN2019yvq mewakili ledakan saat bahan terlontar dari kedua bintang bersentuhan.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Ingin Kampus Aktif Geluti Sains dan Teknologi, Bukan Tempat Adu Pertentangan

57 tahun lalu

Prabowo Hadiri Konvensi Sains dan Teknologi Bersama 2.600 Rektor hingga Para Dosen

57 tahun lalu

Bakteri Baik di Usus Ikutan Tidur di Malam Hari? Ini Faktanya!

57 tahun lalu

Apa Itu Rathalos inagami, Laba-Laba Hantu Pertama di Indonesia? Ini Karakternya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal