Banjir Melanda Indonesia, BMKG Kembangkan Teknologi AI Analisis Dampak Bencana

Dani M Dahwilani
BMKG memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisa cuaca lebih cepat dan akurat, memberikan peringatan dini terhadap potensi bencana. (Foto: Ilustrasi Dok iNews)

Di sisi lain, Ketua Umum Korika, Profesor Dr Hammam Riza, menjelaakan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan solusi berbasis AI yang dapat mendukung kebijakan kesehatan berbasis data. 

“AI bukan sekadar teknologi, tetapi solusi yang akan mendorong inovasi terutama dalam membangun digital twins kesehatan berbasis iklim (climate health). Sebuah aplikasi AI yang mendukung pembangunan nasional berbasis data,” kata Profesor Hammam.

Korika dan BMKG akan mengembangkan serta mengintegrasikan teknologi AI dengan data meteorologi dan klimatologi untuk meningkatkan kapasitas deteksi dini (early warning) dan respons terhadap penyakit terkait perubahan iklim. Upaya ini juga membantu program ClimateSmart Indonesia yang didukung IMACS, MBZUAI, RLM dan Patrick J Mcgovern Foundation sebagai bagian dari misi kemanusiaan, serta gerakan peduli perubahan iklim.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pramono Lanjutkan Normalisasi Sungai: Banjir Masih Ada, tapi Tak Separah yang Lalu

57 tahun lalu

220.000 Orang Belum Bekerja dan 50.000 Kena PHK di Indonesia akibat AI

57 tahun lalu

Gempa Terkini M 5,6 Guncang Pacitan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Breaking News: Gempa M6,8 Guncang Tahuna Sulut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal