Lebih lanjut, dia menyebut pembelajaran coding dan AI sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan menempatkan logika sebagai dasar utama. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami cara kerja teknologi.
“Baru nanti kita masuk ke coding-nya. Baru kita masuk ke arti software. Jadi fundamentalnya itu dibangun,” kata Reza.
Melalui pendekatan yang tepat, penggunaan AI justru dapat menjadi alat yang efektif untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Kuncinya terletak pada keseimbangan antara pemikiran mandiri dan pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pembelajaran.