Karena partikel-partikel energik dipercepat di dekat Matahari, kata Schwadron, mereka dapat mengamati awal proses energisasi dan melihat mereka benar-benar mulai menumpuk seperti salju di depan snowplow.
"Alih-alih snowplow sebenarnya, itu adalah ejeksi massa korona yang dilepaskan dari Matahari yang menyebabkan penumpukkan material ini di luar angkasa," katanya yang dikutip dari Digital Trends, Senin (10/2/2020).
Schwadron dan timnya melihat enam hari data mengenai daerah aktif di dekat khatulistiwa Matahari yang mengirim sinarnya, sehingga menyebabkan tumpukan partikel dipercepat berkontribusi pada ejeksi massa korona.
"Kami telah mengetahui partikel berenergi tinggi ini diberi energi di wilayah ini. Tapi, mata rantai yang hilang adalah bagaimana partikel menumpuk di bagian depan ejeksi massa korona. Partikel-partikel ini menjadi sangat berenergi sehingga mereka bergerak dengan kecepatan cahaya yang hampir sama. Lalu sebagai hasilya, dapat menimbulkan bahaya dalam bentuk radiasi berbahaya yang menyebabkan masalah kesehatan bagi para astronot dan merusak peralatan elektronik di luar angkasa," katanya.