Bagi petani, ketersediaan air dapat menentukan hasil panen. Sementara bagi masyarakat pesisir, kondisi air berkaitan erat dengan keberlangsungan mata pencaharian. Di kawasan perkotaan, persoalan air juga berhubungan dengan akses terhadap air bersih dan risiko banjir.
"Bagi seorang petani, air dapat menentukan apakah akan ada hasil panen. Bagi masyarakat pesisir, air dapat menentukan apakah mereka dapat terus menjalankan mata pencaharian mereka. Bagi sebuah kota, air dapat menentukan apakah hari esok akan membawa air bersih atau banjir lainnya," ujar Jumhur.
Dia menambahkan, ketimpangan dampak perubahan iklim perlu menjadi pertimbangan dalam merumuskan solusi, terutama bagi masyarakat dan ekosistem yang rentan.
Persoalan lingkungan bukan satu-satunya topik yang dibahas dalam AWMUN XV. Para delegasi juga mendiskusikan kebebasan pers di wilayah konflik, perlindungan warisan budaya dari dampak pariwisata massal, hingga perlindungan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dalam forum United Nations Human Rights Council (UNHRC), peserta membahas upaya menjamin kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di zona konflik bersenjata. Sementara itu, forum UNESCO mengangkat perlindungan warisan budaya dari dampak negatif pariwisata massal.