Fenomena Blue Moon Terjadi Akhir Pekan, Warna Bulan Tidak Benar-Benar Biru

Intan Rakhmayanti Dewi
Fenomena Blue Moon Terjadi Akhir Pekan, Warnanya Tidak Benar-Benar Biru (Foto: Ilustrasi/Unsplash)

Banyak orang meyakini istilah 'Bulan Biru' yang dimaknai sebagai sesuatu hal yang terjadi sangat langka berasal dari ketika kabut asap dan abu vulkanik dari letusan gunung berapi mengubah Bulan menjadi berwarna kebiruan.

"Istilah ini sudah ada setidaknya sejak 400 tahun yang lalu dari penelusuran saat ini, yang mana seorang penutur ceirta rakyat berkebangsaat Kanada, Dr Philip Hiscock, mengusulkan bahwa penyebutan Bulan Biru bermakna bahwa ada hal yang ganjil dan tidak akan pernah terjadi," tulisnya dikutip dari akun Instagram LAPAN, Kamis (19/8/2021).

Bulan Biru Bulanan dapat terjadi jika Bulan Purnama terjadi di sekitar awal bulan Masehi. Hal ini dikarenakan rata-rata lunasi sebesar 29,53 hari lebih pendek dibandingkan dengan 11 bulan dalam kalender Masehi.

Sedangkan Bulan Biru Musiman terjadi sedikit lebih jarang dari pada Bulan Biru Bulanan -- dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, ada 408 Bulan Biru Musiman dan 456 Bulan Biru Bulanan.

Dengan demikian baik musiman maupun bulanan, Bulan Biru terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun.

"Fenomena ini akan terjadi kembali pada 20 Agustus 2024 dan 20 Mei 2027 mendatang." ujarnya. 

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Apa Itu Super New Moon 14 Juli? Ini Penjelasan Ilmiah dan Dampaknya bagi Bumi

1 bulan lalu

Hari Ini Ada Fenomena Super New Moon 14 Juli, Catat Jamnya!

2 bulan lalu

Apa Itu Heat Dome? Fenomena yang Bikin Suhu Paris Terpanas Sepanjang Sejarah!

2 bulan lalu

Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal