MASSACHUSETTS, iNews.id - Peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengusulkan sebuah sistem baru yang bisa menyelamatkan pesawat penumpang atau militer dari sambaran petir. Mengingat, sambaran petir yang kuat bisa merusak struktur luar dan listrik yang terpasang di pesawat.
Setiap pesawat komersial diperkirakan terkena petir setidaknya setahun sekali. Dari jumlah itu, hampir 10 persen serangan terjadi secara alami, sementara sisanya dipicu pesawat itu sendiri.
Ketidakseimbangan dalam tempat listrik eksternal pesawat menghasilkan serangan semacam itu. Lebih khusus lagi, saat melewati badai petir atau lingkungan bermuatan listrik, pesawat mulai melakukan polarisasi, dengan satu titik mendapatkan muatan positif dan muatan lainnya menjadi lebih negatif. Hal ini memicu aliran plasma yang sangat konduktif, yang akhirnya mengarah pada sambaran petir.
Namun, jika ketidakseimbangan ini dipulihkan, serangan petir yang dipicu pesawat bisa dicegah, kata peneliti sambil menyarankan sebuah sistem kontrol otomatis yang secara elektrik bisa mengisi pesawat ke tingkat yang negatif dan meniadakan efek dari akhir positif yang lebih tinggi.
Sebagai bagian dari sebuah studi yang disponsori oleh Boeing, kelompok tersebut menggunakan model kerja untuk menunjukkan bagaimana sistem yang dipasang di pesawat terbang akan menggunakan sensor dan aktuator untuk mendeteksi aliran plasma, serta menghasilkan arus untuk mengisi pesawat ke tingkat yang dibutuhkan.
"Secara numerik, seseorang bisa melihat, jika Anda bisa menerapkan strategi muatan ini, Anda akan mengalami pengurangan yang signifikan dalam insiden sambaran petir," kata salah satu anggota tim, Manuel Martinez-Sanchez yang dikutip iNews.id dari IBTimes, Rabu (14/3/2018).
Para penumpang yang duduk di dalam juga akan tetap aman karena tingkat daya yang dibutuhkan untuk muatan akan lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk bulb sederhana. Terlebih, kabin pesawat sangat terisolasi dari aktivitas listrik eksternal.
"Kami mencoba membuat pesawat tak terlihat petir," kata head of MIT’s Department of Aeronautics and Astronautics Jaime Peraire.
Konon, menghidupkan sistem ini masih menjadi pertanyaan, setidaknya seperti sekarang. Para peneliti saat ini mengujinya pada lingkungan logam di dalam terowongan angin dan berencana untuk melakukan perbaikan lebih lanjut dengan memperluas ke situasi yang lebih realistis seperti dengan menerbangkan pesawat ke badai petir.