Ilmuwan Deteksi Struktur Gelombang Pasir Bergerak Melintasi Mars

Dini Listiyani
Ilmuwan deteksi struktur gelombang pasir bergerak melintasi Mars (Foto: NASA)

Antara 2007 dan 2016, megaripples di dua situs Mars, Nili Fossae dan kawah McLaughlin, bergeser dengan kecepatan rata-rata 12 cm setahun, dengan kecepatan tertinggi yang tercatat 19 cm per tahun. Pada tingkat perpindahan yang lambat, mungkin tidak mengherankan pasir bergeser ini dianggap statis.

Lalu, perbandingan sebelumnya yang memeriksa formasi selama jangka waktu lebih pendek hanya dua hingga tiga tahun Mars telah gagal mendeteksi migrasi halus. Kini, ada lebih banyak banyak data probe untuk digunakan, sehingga memberikan pengamatan lebih dekat mengenai apa yang terjadi.

“Kami memiliki kesempatan untuk melihat megaripples ini bergerak karena sekarang kami memiliki lebih dari 10 tahun pengamatan,” kata Silvestro yang dikutip dari Science Alert, Rabu (29/7/2020).

Namun, bukan hanya citra penyelidikan yang diperluas tapi juga pemahaman mengenai apa yang mungkin terjadi di atmosfer Mars. Sebelum ini, para peneliti berpendapat, angin di Planet Merah cukup kuat di dalam atmosfer tipis untuk menggerakkan megaripples.

Angin Mars dapat menggerakkan megaripples asalkan ada bantuan. Para peneliti menyarankan kedekatan bukit pasir lebih besar yang terletak di Nili Fossae dan daerah kawah McLaughlin yang diteliti dapat membantu untuk menggeser megaripples dengan bukit pasir berbutir halus menyediakan volume tinggi fluks pasir yang dapat membantu memindahkan butiran kasar yang berada di atas puncak megaripple.

Tanpa tingkat creep driven-creep seperti itu dari bukit pasir yang asin di sekitarnya, megaripple Mars kemungkinan tidak akan bisa bergerak terlalu banyak. Meskipun megaripples ini lambat, faktanya peneliti dapat melihat mereka bergerak sama sekali tidak hanya mewakili peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan soal kondisi atmosfer di Mars.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Sains
1 tahun lalu

Elon Musk Yakin Meninggal Lebih Dulu Sebelum Koloni Mars Terbentuk, Ini Alasannya

Sains
2 tahun lalu

Lubang Misterius di Mars Bikin Heboh, Diduga Ada Hubungan dengan Aktivitas Gunung Berapi Planet Merah

Sains
2 tahun lalu

Ambisius! Misi Mars-2 India Akan Kirim Helikopter, Sky Crane, dan Parasut Supersonik ke Planet Merah

Sains
2 tahun lalu

Demi Misi Mars, NASA Siapkan Pesawat Luar Angkasa untuk Mempelajari Dampak Radiasi Matahari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal