Ilmuwan Temukan Karat di Bulan, Diduga Disebabkan Kesalahan Bumi

Dini Listiyani
Misi di Bulan (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Bulan selalu bersinar di langit malam. Namun, para ilmuwan menemukan fakta menarik soal Bulan yang perlahan-lahan mulai berubah.

Bulan sedang berkarat. Ya, berkarat. Permukaan Bulan memiliki banyak besi tapi tidak mempunyai atmosfer. Mars berwarkan oranye karena alasan yang sama.

Tapi, Mars memiliki sejarah panjang dan pada satu titik, atmosfer yang jauh lebih kuat menggabungkan oksigen dan air untuk mengubah permukaan planet menjadi oranye. Nah, Bulan tidak memiliki sejarah seperti itu tapi satelit alami Bumi ini mulai berkarat.

Penemuan, yang merupakan subjek dari makalah baru diterbitkan di Science Advances, dibuat menggunakan data dari pengorbit Chandrayaan-1. Pesawat luar angkasa yang diluncurkan oleh Indian Space Research Organization (ISRO) mempelajari susunan permukaan Bulan dari kejauhan.

Daerah Bulan ditemukan memiliki mineral yang disebut hematit, sejenis karat. Tanpa oksigen atau air cair di permukaannya, besi Bulan seharusnya tidak berkarat. Tapi, tampaknya tetap berkarat.

Editor : Dini Listiyani
Artikel Terkait
Sains
2 tahun lalu

Dikibarkan di Bulan, Bendera China Terbuat dari Material Tak Biasa

Sains
2 tahun lalu

Terlalu Banyak Penundaan, Misi Penerbangan ke Bulan Miliader Jepang Dibatalkan

Sains
2 tahun lalu

Cetak Sejarah Baru, China Mendaratkan Misi Chang'e di Sisi Jauh Bulan

Sains
2 tahun lalu

Canggihnya Ide Railway Mengambang di Bulan untuk Transportasi, Jalur Tidak Tetap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal